Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Tuesday, August 9, 2011

TATA CARA PERNIKAHAN DALAM ISLAM : MALAM PERTAMA DAN ADAB BERSENGGAMA


Islam dan Malam Pertama
Malam Pertama merupakan salah satu rangkaian ritual pernikahan yang mendapat perhatian dalam Islam. Nabi kita yang mulia mengajarkan apa yang seharusnya dilakukan pasangan pengantin pada malam pertamanya agar semua aktifitas bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Di antara tuntunan beliau SAW adalah:

1. Pengantin pria hendaknya meletakkan tangannya pada ubun-ubun isterinya seraya mendo’akan baginya.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Apabila salah seorang dari kamu menikahi wanita atau membeli seorang budak maka peganglah ubun-ubunnya lalu bacalah ‘basmalah’ serta do’akanlah dengan do’a berkah seraya mengucapkan: ‘Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabiatnya yang ia bawa. Dan aku berlindung dari kejelekannya dan kejelekan tabiat yang ia bawa.’”
2. Shalat Dua Raka’at Ketika Masuk Menemui Istri.
Setelah acara walimah/resepsi selesai dan suasana sudah tenang, suami akan masuk ke kamar pengantin untuk menemui istrinya. Pada saat itu disunnahkan bagi kedua mempelai melaksanakan shalat dua raka’at.

3. Membaca Do’a bagi Mempelai Laki-laki.
Setelah selesai melaksanakan shalat, disunnahkan bagi mempelai laki-laki untuk membaca do’a sebagaimana sabda Rasulullah SAW : “Jika salah seorang kamu menikahi perempuan, maka ia hendaklah membaca do’a :
‘Allahumma inni as aluka khairaha wa khaira ma jabaltaha alaihi wa a’udzubika min syarriha wa min syarri ma jabaltaha alaihi’.
Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan yang telah Engkau adakan untuknya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan dari keburukan yang Engkau adakan untuknya. (HR Abu Dawud)

4. Mencairkan suasana dengan saling berdialog.
Jika setelah itu suasana masih kaku, biasanya bagi istri, sebaiknya suami tidak tergesa-gesa dengan langsung melakukan jima’. Simaklah kisah malam pertama Syaikh Asy-Sya’bi, seorang tabi’in terkenal yang menikahi seorang perempuan dari Bani Tamim bernama Zainab binti Hudhair. Syaikh Asy-Sya’bi menuturkan sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam kitabnya Ahkamun Nisaa’: “Setelah selesai walimah dan suasana kembali tenang, aku masuk menemuinya dan berkata, ‘Sesungguhnya termasuk sunnah mengerjakan shalat dua raka’at. Lalu aku berdiri melakukannya dan memohon kepada Allah agar melimpahkan kebaikan di malam ini. Ketika aku berpaling ke kanan mengucapkan salam, aku melihatnya ikut shalat di belakangku. Kemudian ketika berpaling ke kiri, aku sudah melihatnya sudah berada di tempat tidurnya. Akupun mengulurkan tanganku, tetapi ia berkata, ‘Sabarlah, sesungguhnya aku adalah perempuan yang asing bagimu. Demi Allah, kini aku sedang meniti jalan yang paling berat yang sebelumnya belum pernah ku alami. Engkau adalah laki-laki asing, aku belum mengenal perangaimu, maka ceritakanlah hal-hal yang engkau sukai untuk aku kerjakan dan hal-hal yang engkau benci untuk aku hindari. Akupun menjawab, ‘Aku suka ini dan ini, aku benci ini dan itu,… sementara ia mendengarkanku dengan penuh perhatian. Akhirnya malam yang paling indah itupun aku raih.”

5. Melakukan Jima’
Dalam melakukan jima’ pertama ini hendaknya suami tidak tergesa-gesa. Keduanya hendaknya memperlakukan pasangannya dengan lemah lembut. Interaksi yang lemah lembut dan penuh kasih sayang akan memudahkan mereka melakukan jima’ pertama ini. Sebaiknya keduanya mempelajari terlebih dahulu adab-adab dan tata cara jima’ yang diajarkan Rasulullah SAW. Sudah banyak buku karya ulama yang membahas tema ini, diantaranya Imam Al-Ghazali dalam kitabnya Ihya Ulumuddin. Dalam salah satu pembahasannya beliau menulis tentang adab-adab jima’ sebagai berikut:

a. Membaca Basmallah dan berdo’a sebelum melakukan jima’. “Dari Abdullah bin Abbas ra, Rasulullah SAW bersabda: “Jika salah seorang kamu ingin berjima’ dengan istrinya, hendaklah ia membaca: ‘Bismillah, Allahumma jannibnaa asy-syaithana wa jannibi asy-syaithana ma rozaqtanaa’ (Dengan nama Allah, Yaa Allah jauhkanlah syetan dari kami dan jauhkanlah syetan dari apa yang Engkau rizqikan kepada kami). Maka seandainya ditakdirkan dari hubungan itu seorang anak, anak itu tidak akan diganggu syetan selama-lamanya.” (HR Bukhari dan Muslim)

b. Melakukan pemanasan (pengantar) jima’. Pengantar jima’ dimaksudkan agar suami tidak mendatangi istrinya dalam kondisi istri tidak siap. Pada hakikatnya perempuan menginginkan dari laki-laki seperti laki-laki menginginkannya dari perempuan, hanya saja kesiapan perempuan untuk melakukan jima’ tidak muncul setiap saat sebagaimana laki-laki. Beberapa pengantar jima’ misalnya: Bersenda gurau ,saling berpegangan ataupun dgn rayuan untuk mencairkan suasana setelah itu baru melakukan hubungan ringan sebelum jima’ dengan berciuman, berpelukan dan perbuatan yang lain yang kesemuanya dimaksudkan untuk memberi rangsangan dan membangkitkan gairah untuk melakukan jima’. Dengan melakukan pengantar jima’ ini diharapkan keduanya dalam kondisi benar-benar siap untuk berjima’ sehingga keduanya dapat meraih kepuasan.

c. Melakukan jima’ tanpa tergesa-gesa. Lakukanlah jima’ dengan kelembutan dan penuh kasih sayang.Jika dalam melakukan jima’ pertama ini ternyata masih terdapat kesulitan, jangan tergesa-gesa untuk menyelesaikannya pada saat itu juga. Bersabarlah, mungkin akan mudah setelah berlangsung beberapa hari. Dan apabila suami mencapai kepuasan lebih dulu, hendaknya tidak tergesa-gesa beranjak dari istrinya, tunggulah sampai istri dapat meraih kepuasan.
Dengan memperhatikan tuntunan Rasulullah SAW tersebut malam pertama disamping akan menjadi kenangan indah bagi kedua pihak, sekaligus juga bernilai ibadah disisi Allah SWT.Aamiin....

Semoga Bermanfaat...
Yuk,,kita berbagi ilmu..... ^_^

Read more »

Dimanakah kau, Wanita Sholehah??



Bismillahirrahmanirrahim..

Menjadi seorang muslimah yang ingin mendedikasikah hidup dalam dakwah ternyata tak semudah yang dibayangkan. Apalagi dengan jaman yang semakin maju justru semakin parah dengan kemaksiatan. Benarkah masih ada wanita shalehah di dunia ini ??

“ Euy mas farhan “ Itu suara Ridho, tapi mataku tak sedikitpun lepas dari layar yang ada dihadapanku.

“ Mas “ Ridho menepuk pundakku “ Dipanggil diem aja “

“ Coba kalo pake salam, pasti aku jawab “ Kataku cuek.

“ Assalamu’alaikum “ Katanya sambil terkekeh.

“ Wa’alaikumsalam saudaraku “ Aku menatapnya kini.” Ada apa Ridho, tumben muncul tiba-tiba. Datang tak diundang pulang tak diantar, kayak kamu ya Dho “

“ Aih..apaan sih mas, emangnya Ridho yang ganteng ini jalangkung “

Aku cekikikan mendengar jawabannya, mataku pun kembali ke laptop.

“ Suit..suit..cewek..Assalamu’alaikum.. idih..sombongnya, pakai jilbab tapi sombongnya itu lho gak cocok sama jilbabanya. Salam gak dijawab “ Ridho menggoda dua orang wanita yang lewat didepan tempat kami duduk ditaman.

“ Heh !! kamu ngapain si Dho, gak ngehargain cewek banget “ Aku menatap tajam ke arah Ridho.

“ Abisnya tuh cewek cantik sih mas “

“ Kamu kira kalo cewek cantik boleh gitu digoda ?? “

“ Yaa..gak juga sih, Cuma gak suka aja ada cewek sombong “

“ Justru kalo dia jawab salam kamu, terus dia tersenyum sama kamu, apa coba yang akan kamu katakan ?? kok dia bisa-bisanya mau digoda sama cowok, gitu kan. Mungkin saja dia jawab secara perlahan “ Aku mencoba menjelaskan.

“ Iya juga sih, tapi tetep gak suka dengan cewek yang kayak tadi “

“ Harusnya kamu turut bangga dengan wanita yang masih menjaga hijabnya dijaman kayak gini, bisa jadi dia seorang wanita shalihah. Bukan dengan godain mereka, gak ngehargain mereka namanya. Coba bayangin aja kalo saudara perempuanmu yang digodain kayak gitu, kamu juga gak suka kan ?? “ Kataku.

“ Emang masih ada wanita shalihah dijaman sekarang “ Katanya menatap lurus padaku.

Aku menatap matanya, ada rasa keraguan yang mendalam. Ku perbaiki letak duduk ku agar bisa langsung berhadapan denganya. Sepertinya pertanyaan ini juga yang sering ada dipikiranku.

“ Beberapa waktu lalu aku sempat memikirkan hal yang sama Dho “ Aku menerawang langit yang diliputi awan putih.

“ Terus “ kata Ridho.

“ Kalo kamu bertanya masih adakah wanita shalehah didunia ini, aku sangat yakin pasti ada “ Aku tersenyum, bukan kepada Ridho. Tapi kepada bayanganku dan keinginanku.

“ Impian setiap laki-laki yang berakal pastilah mengidamkan wanita shalihah. Kalo sampai didunia ini gak ada wanita shalihah, artinya hilanglah sudah laki-laki shaleh didunia ini. Aku pernah bilang kan Dho, kalo mau mendapatkan wanita shalehah berarti kita harus menshalehkan diri dulu?? “

Aku melihat Ridho menganggukkan kepala.

“ Coba pikirkan Dho, kalo memang sudah gak ada lagi wanita shalehah di dunia ini. Pupuslah sudah harapan kita, karna wanita shalehah adalah cerminan diri kita yang shaleh. Berarti memang laki-lakinya gak ada yang shaleh sampai wanita shalehah pun gak kita temukan “

“ Bener juga ya mas, tapi kan kalo kita udah merasa mensholehkan diri ternyata kita dapat wanita yang gak shaleh berarti kan emang udah gak ada lagi wanita shalehah ya kan mas ?? “

“ Kalo ternyata sebaliknya gimana Dho ?? Giman kalo posisi kamu ternyata gak seshaleh bayanganmu, ternyata yang shaleh justru yang wanita ?? “

“ Waduh, ya jangan lah mas “

Aku tersenyum pada Ridho.

“ Lah kamu aja masih godain wanita kayak tadi apa bisa dibilang shaleh ??”

“ Iya deh iya, aku yang salah tadi. Tapi benerkan ada orang yang sudah merasa menshalehkan diri ternyata mendapatkan istri yang gak shalehah sama sekali. Bahkan pakai jilbab pun gak mau “ Ridho terus bertanya.

“ Bisa jadi istri yang seperti itu ujian buat mereka, bisa jadi juga istrinya menjadi cerminan mereka. Kan shaleh menurut pandangan manusia, bisa saja berbeda dengan pandangan Allah Azza Wa Jalla. Karna kita kan gak pernah tahu keshalehan mereka seperti apa, Allah lah yang lebih tahu “ Kataku.

“ Tapi aku tetap yakin, selama masih ada laki-laki yang berusaha menshalehkan dirinya untuk mendapatkan wanita shalehah. Berarti masih ada wanita yang berusaha menshalehahkan dirinya untuk mendapatkan laki-laki shaleh”

“ Berarti aku mesti shaleh dulu nih mas “

“ Gak usah tanya aku lah Dho, yang tahu kamu sendiri. Keshalehan tuh bukan Cuma buat dapetin istri, tapi juga buat Allah Subhanahu Wa Ta’ala “

“ Wah..si mas memang pinter. Aku mau usaha biar jadi shaleh ah, kalo perlu aku rubah namaku jadi shaleh “ Kata Ridho

Aku pun tertawa mendengar celotehan Ridho.

Dikutip dari >> BMB

NB >> Buat saudari-saudariku,,kita pun tidak jauh beda dengan cerita diatas apabila kita ingin dipilihkan pendamping yang sholeh oleh allah,,maka kitapun harus memperbaiki diri dulu. Ingatlah,,bahwa jodohmu berbanding lurus dengan kualitas dirimu, laki-laki yang sholeh untuk perempuan yang sholehah,laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan laki-laki yang buruk untuk perempuan yang buruk* pula. Semoga allah hanya memberikan yang terbaik untuk kita.
(* Buruk disini bukanlah buruk fisik,tetapi buruk akhlak/agamanya)

~~~ Pasangan adalah cerminan diri kita ~~~
Seperti apa kualitas keimanan pasangan kita,
maka seperti itulah kualitas keimanan kita terhadap ALLAH
ALLAH tak akan mendzalimi hamba-NYA ^_^



Sebuah motivasi, doa & harapan memperoleh pasangan yg terbaik.
Bukan karena harta, kecantikan, pangkat & keturunan semata
Tapi Iman & agamaNya ^___^

Jika telah menjadi pasangan hidup kita,
maka yakinlah bahwa itulah jodoh yg terbaik
Apapun, jadikan itu berhikmah ^____^


Wallahua'lam bish Shawwab

Semoga Bermanfaat... Afwan jika ada salah2 kata.. ^_^

Read more »

PACARAN


Orang bilang, nikah tanpa pacaran ibarat beli kucing dalam karung.
Padahal orang yg menikah dengan pacaran terlebih dahulu, ibarat beli kucing dipinggir jalan,
Sudah dipegang - pegang oleh para konsumem, sehingga tidak sebersih dan sebaik produk dalam kemasan.
Seorang lelaki yang jatuh cinta terhadap seorang wanita yang diminatinya ataupun sebaliknya akan sikap, sifat serta penampilan yang menyakinkan insan yang dicintainya.
Tetapi sikap yang penuh sopan santun itu semu, dibuat-buat bahkan dengan kepura-puraan.
Bila barang yang diikat seringkali berceceran, ini pula perasaan yang tak tampak tanpa ikatan yang halal.

Adakah berdua-duaan dengan lain jenis yang diharamkan Allah itu cinta?
Adakah berpelukan atau dengan ucapan romantis serta berpegangan tangan akan terasa nikmatnya cinta maupun sebagai bukti kasih sayang yang kononnya cinta suci?

Wahai remaja...
Dusta sekiranya seorang lakì" berkata dia benar-benar mencìntaì seorang akhwat sedangkan masa yang sama mencemarkan maruah,
Kesucian dan iman temannya seperti itu bukan hanya dalam pandangan manusia tetapi juga dalam pandangan Allah

Dialah yang diharapkan menjadi teman melayari bahtera kehidupan untuk sama-sama mendarat dipulau impian.
Ikhwan yang benar" mencintai pasangannya tidak akan mencemarkan kekasihnya walau sekedar bersentuhan sebagai bukti cinta.
"janganlah seorang laki dan wanita berdua-duaan bersama karena syaitan akan hadir sebagai orang ketiga." (HR. Ahmad, al-musnad, 1/18)
Untuk itu bagi kaum muslimin-muslimat, jika memilih pasangan hidup hendaknya memìlih yang senantiasa menjaga auratnya.
Seorang wanita atau pria yang senantiasa menjaga lisannya, menjaga hatinya, serta menyenangkan hati pasangannya.
Sungguh...
Alangkah indah hidup ini jika memiliki pasangan hidup yang dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah Swt.

Waallahu'alam bi Showab

Read more »

Cinta.......

CinTa yg TuLus adalah
cinta yg Mampu Bertahan daLam kegeLapan,,
Mampu Tersenyum Ketika Hati Menangis,,
Mampu Berdiri Ketika Hati Terjatuh,,
Mampu Memberi ketika hati Kekurangan,,
mampu Menunggu Hingga tak ada hari Lagi,,
Mampu Mencintai disaat hati Butuh kasih sayang,
Serta maMpu bersabar, Jujur dan setia saat BerJauhan.........................


Read more »

© 2011 Ahmad Ribuan Dongoran. Powered by Blogger.